Get Gifs at CodemySpace.com

Minggu, 02 Oktober 2011

Seandainya Einstein Masih Hidup

Siapa tak kenal Albert Eistein? Jenius fisika ini pada tahun 1905 berhasil merumuskan teori relativitas yang intinya: massa dapat diubah jadi energi. Berlandaskan teori ini, para ilmuwan lainnya mengembangkan teknologi senjata nuklir. Meskipun sejatinya energi nuklir bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia, misalnya untuk membangkitkan energi listrik, atau untuk inovasi di bidang kedokteran, namun sayang sejarah kelam sudah tertoreh. Teori relativitas Einstein telah dikembangkan untuk sebuah teknologi paling mematikan: pembuatan bom nuklir. Bom itu telah diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki, meluluhlantakkan kedua kota dan menewaskan 200.000 jiwa seketika, dan puluhan ribu lainnya mati perlahan akibat radiasi nuklir. Meski demikian, sejumlah negara masih tetap memroduksi dan menyimpan senjata nuklir sehingga konon, jumlah senjata nuklir yang ada di muka bumi saat ini, bila diledakkan, bisa menghancurkan bumi ini lima kali (ledakan pertama, bumi hancur lebur, lalu seandainya, bumi bisa utuh kembali, masih bisa diledakkan lagi sampai hancur, dan bila bumi bisa kembali utuh, persediaan nuklir yang ada masih cukup untuk menghancurkannya lagi, dst, sampai lima kali).
Eistein sangat menyesali situasi ini. Apalagi, dia sering ‘dituduh’ sebagai ‘dalang’ dari pembuatan bom atom. Dalam berbagai interview, Einstein menegaskan bahwa dia bukanlah “bapak bom atom”.
“I do not consider myself the father of the release of atomic energy. My part in it was quite indirect.”
Penyesalan terbesar Einstein adalah karena dia menulis surat kepada Presiden AS saat itu, Roosevelt, memperingatkan bahwa NAZI Jerman sudah melakukan inovasi yang berpotensi membuat senjata nuklir; dan menyarankan agar AS juga melakukan penelitian di bidang nuklir. Namun, penelitian yang kemudian dilakukan di bawah kendali militer AS (Manhattan Project) justru tidak melibatkan Einstein, dan bahkan para saintis yang terlibat dalam proyek itu dilarang berkonsultasi dengan Einstein, karena Einstein dianggap sebagai saintis dan aktivis berhaluan ‘kiri’ sehingga berpotensi ‘mengganggu keamanan’.
Saat tragedi Hiroshima-Nagasaki terjadi, Einstein berkata, “Woe is me” [celakalah aku]. Dia benar-benar menyesali telah menulis surat kepada Roosevelt. Motivasinya saat itu ingin mengantisipasi riset yang dilakukan NAZI, yang berlandaskan pengetahuannya sebagai ahli fisika, riset itu -bila berhasil- akan berdampak buruk bagi umat manusia. Namun pengetahuan Einstein ini malah kemudian dimanfaatkan oleh AS untuk kejahatan kemanusiaan. Dalam wawancaranya dengan Newsweek, Einstein berkata, “Seandainya aku tahu Jerman akan gagal dalam riset itu, aku tidak akan melakukan apapun [tidak akan menulis surat kepada Roosevelt-pen]. Sejak saat itu hingga akhir hayatnya, Einstein menjadi aktivis penentang senjata nuklir dan penyeru perdamaian.
Kini, seandainya Eistein masih hidup, apa yang akan dia katakan, bila melihat kolega-koleganya, para ahli fisika nuklir di Iran, satu persatu gugur dibunuh oleh agen-agen Israel?
Fidel Castro (mantan Presiden Kuba), dalam tulisannya berjudul “The Risk of a Nuclear War with Iran. What would Einstein Say?” mengutip paper yang ditulis jurnalis terkemuka AS [dan notabene sangat pro Israel] Jeffrey Goldberg, yang berisi analisisnya mengenai ‘apa yang akan dilakukan oleh AS dan Israel menghadapi Iran’. Goldberg menulis, bahwa “foiling operations” (Operasi Penggagalan) akan dilakukan oleh agen-agen Israel, AS, Inggris, dan kekuatan-kekuatan Barat lainnya. Menurut Goldberg, “Operasi Penggagalan ini adalah sebuah program yang didesain untuk menumbangkan upaya nuklir Iran melalui sabotase, pelenyapan para saintis nuklir Iran melalui upaya yang hati-hati. Operasi ini akan merintangi kemajuan Iran secara signifikan.”
Tulisan Goldberg ini memang terbukti. Sejak tahun 2007, tercatat sudah tiga ilmuwan nuklir Iran terbunuh, satu ilmuwan lainnya terluka parah, namun bisa selamat. Mereka adalah, Ardeshir Hosseinpour, dibunuh tahun 2007; Dr. Massoud Ali Mohammadi, dibunuh pada Juli 2010; dan Prof. Majid Shariari, dibunuh bulan November 2010. Sementara itu, Fereydoon Abbasi, ahli fisika laser dari Shahid Beheshti University dan istrinya juga mendapat serangan bom dan terluka parah, namun berhasil selamat. Cara pembunuhan umumnya sama, yaitu dengan menggunakan bom kendali jarak jauh. Pada Agustus 2010, insinyur Iran pakar pembuatan pesawat tanpa awak, juga gugur terbunuh dalam ledakan bom.
Pada bulan Januari 2011, seperti diberitakan Press TV, badan intelijen Iran sudah berhasil membongkar jaringan teroris yang melakukan misi pembunuhan terhadap para saintis nuklir Iran itu, dan para teroris itu mengaku dilatih dan didanai oleh Israel.
Sebelumnya, harian terkemuka Inggris, Telegraph, pada 5 Des 2010 merilis sebuah artikel tentang otak di balik aksi teror terhadap saintis Iran ini, yaitu Meir Dagan. Pembunuh berdarah dingin ini adalah salah satu direktur Mossad dan dialah yang merancang berbagai aksi pembunuhan terhadap musuh-musuh Israel. Artikel lengkap bisa dibaca di sini .
Sungguh sebuah aksi yang sangat kotor: menggunakan pembunuhan terhadap ilmuwan sebagai sebuah strategi politik luar negeri.

Gambar: Meir Dagan, Mossad; dan
Mobil ilmuwan Iran, Fareydoun Abbasi ,
yg hancur oleh bom (photo diambil dari sini)
Fidel Castro dalam artikelnya menulis sebuah paragraf yang sangat menarik,
“Saya tidak ingat ada kejadian lain dalam sejarah dimana pembunuhan saintis telah menjadi kebijakan resmi sekelompok penguasa yang bersenjatakan nuklir [maksud Castro: AS, Israel, Inggris, dkk, adalah negara-negara pemilik nuklir—pen]. Yang paling buruk lagi, dalam kasus Iran, strategi ini diterapkan terhadap sebuah negara Islam yang meskipun seandainya mereka mampu menguasai teknologi senjata nuklir, mereka tidak akan membuatnya karena akan berhadapan dengan budaya dan agama; warga Iran bahkan bersedia untuk mati jika negaranya sampai melakukan kriminalitas serupa musuh-musuh mereka [menggunakan senjata nuklir-pen].”
Kalimat lain yang menarik dari Castro, “Pada era Diaspora [masa ketika Yahudi terpencar-pencar], kaum kiri dunia bersatu dalam solidaritas terhadap bangsa Israel. ..Orang-orang mengutuk kamp-kamp konsentrasi yang ingin diabaikan oleh Eropa dan kaum borjuis dunia. Tapi kini, para pemimpin negara Israel justru mempraktekkan genosida dan menjadikan diri mereka sebagai kekuatan paling reaksioner di muka bumi.”
Dari kalimat ini kita bisa melihat bahwa telah terjadi perubahan pandangan terhadap Israel. Tidak hanya kaum ‘kiri’ [note: Castro adalah negarawan berhaluan kiri], masyarakat dunia, dari berbagai ras dan agama, bahkan Yahudi sekalipun, kini sudah bisa melihat jelas kejahatan Israel. Aksi-aksi lintas agama-lintas negara seperti Viva Palestina, atau ekspedisi Mavi Marmara, membuktikan hal itu.
Dan sekali lagi, seandainya Eisntein masih hidup, apa yang akan dia lakukan? Sangat mungkin, dia akan berada di tengah para aktivis penentang Israel, dan bahkan akan berada di atas kapal Mavi Marmara!

Sabtu, 01 Oktober 2011

Teori Asal Usul Big Bang

Pandangan yang paling akurat yang diajukan oleh para fisikawan, terkait dengan unsur asli pembenetuk materi pertama alam semesta menetapkan bahwa alam materi, pada awalnya terbentuk dari unsur sodium padat yang menghuni sebuah ruang. Hal ini terjadi pada masa-masa yang sangat jauh berkisar 13 miliyar tahun sebelumnya dan akibat ledakan dahsyat materi ini terbagi menjadi beberapa bagian dan partikel lainnya. Matahari, bintang-gemintang, galaksi, langit, bumi dan sebagainya dengan ukuran dan volumenya masing-masing, terbentuk bagian-bagian yang terbagi ini.

Para penafsir al-Qur'an dan komentator Nahj al-Balâgha dengan memperhatikan kemampuan-kemampuan ilmu baru dan kemajuan sains, teori-teori dan pandangan-pandangan dari fisikawan, menafsirkan ayat-ayat dan riwayat yang terkait dengan masalah ini: "Tanpa ragu bahwa yang dimaksud dengan redaksi "dukhan" (asap) dalam al-Qur'an bukanlah asap yang dikenal secara umum; karena asap dikenal berasal dari api. Sementara dukhan (asap) dalam bahasa al-Qur'an bukanlah bersumber dari api, melainkan dari asap yang berasal dari air akibat banyaknya gelombang-gelombang.


Karena itu, ucapan Amirul Mukminin As yang menegaskan bahwa penciptaan semesta berasal dari air tidaklah berseberangan dengan al-Qur'an; karena kita tidak memiliki dalil-dalil dan bukti-bukti bahwa yang air dimaksud oleh Baginda Ali adalah air yang terbentuk dari oksigen (O2) dan hydrogen (H20). Bahkan boleh jadi yang dimaksud oleh Imam Ali As adalah materi madzâb (yang mencair). Lantaran masyarakat pada waktu itu belum mengenal materi madzâb (yang mencair) sehingga beliau menyebut materi tersebut sebagai air; karena materi madzâb (yang mencair) juga seperti air yang mengalir dan selalu bergerak (in flux).
Sebagai hasilnya, pandangan Imam Ali dengan teori baru yang mengatakan: Materi utama alam semesta adalah madzâb (yang mencair) tidak bertentangan antara satu dengan yang lain; karena Imam As berkata: "Karena akibat pengaruh gerakan air (atau materi madzâb (yang mencair)) terbentuklah buih. Dan yang dimaksud dengan buih adalah atom-atom yang berasal dari bahan madzâb (yang mencair) naik ke atas dan kemudian terpisah darinya; artinya sebagian besar berpisah darinya dan naik dalam bentuk asap dan dari asap langit dan buih itu sendiri terciptalah bumi. Karena itu bumi juga berasal dari materi madzâb (yang mencair) dan selepas itu tertutup di atasnya.
Persoalan di atas ini dapat dicocokkan dengan teori – big bang – yang berkata: "Atom-atom terlepas dari madzâb (yang mencair) dan kemudian hasilnya adalah bumi." Karena itu, pandangan al-Qur'an, riwayat dan teori ilmuan baru tentang materi pertama semesta dapat dihimpunkan dan disatukan. Dan hal ini dapat dilakukan dengan penafsiran redaksi "air" dan "asap" yang disebutkan dalam al-Qur;an sebagai materi madzâb (yang mencair) dan gas.

Kendati demikian kita tidak boleh melupakan beberapa poin berikut ini:
1. Meski secara lahir dari al-Qur'an dan sains dapat disimpulkan bahwa alam semesta pada permulaannya terbentuk dari gas. Akan tetapi al-Qur'an tidak memiliki matlab yang tegas terkait dengan unsur-unsur lainnya seperti teori big-bang.
2. Dengan memperhatikan jumlah teori terkait dengan awal penciptaan dan tiadanya penetapan definitifnya, sementara ini tidak satu pun dari teori ini secara definitif dapat disandarkan kepada al-Qur'an. Al-Qur'an merupakan kitab petunjuk (hudan) bukan kitab Fisika atau Kimia. Al-Qur'an dalam merealisasikan petunjuk ini terkadang menengarai masalah semacam ini. Oleh itu, di sini kita berada pada tataran apa yang dikemukakan dalam Islam sebagai contoh dari kemampuan multi pembahasan dan kemukjizatan al-Qur'an.
3. Apabila kelak suatu hari teori big-bang dapat ditetapkan dan dibuktikan secara definitif maka matlab ini akan menetapkan kemukjizatan ilmiah al-Qur'an, karena hal ini merupakan jenis penyingkapan rahasiah ilmiah al-Qur'an.

Teori Fisika tentang lubang putih

Rumus-rumus relativitas umum memiliki sifat matematika yang menarik: mereka simetri waktu. Itu artinya anda dapat memasukkan nilai apapun ke persamaannya dan membayangkan waktu mengalir mundur bukannya maju, dan kamu bisa mendapatkan jawaban valid lainnya dari rumus tersebut.
Bila kamu menerapkan aturan ini pada solusi yang menjelaskan lubang hitam, anda akan mendapatkan objek yang disebut lubang putih. Karena lubang hitam adalah daerah ruang dimana segalanya tidak dapat lepas, versi balikan waktu dari lubang hitam adalah daerah ruang dimana segalanya tidak dapat jatuh. Karena lubang hitam hanya menyerap segalanya, maka lubang putih hanya memuntahkan segalanya.
Apakah kita dapat menemukan lubang putih? Well, lubang hitam memang sudah ditemukan. Masalahnya, menurut Stephen Hawking, lubang hitam sendiri bersifat acak dan simetri waktu. Karenanya ia tidak dapat dibedakan dari lubang putih.
Cara untuk mengetahui keberadaan lubang putih menurut Roger Penrose, adalah dengan menyelam ke dalam lubang hitam. Sayangnya, secanggih apapun, hal ini sama artinya dengan melompat dari puncak gedung bertingkat 100 tanpa bantuan apapun untuk melihat apa yang ada di balik sebuah lubang di jalan raya. Anda pasti akan berderai di jalan raya, sebelum bisa mengintip di lubang jalan, belum lagi harus menembus lubang itu untuk pergi ke bawah tanah.
Ilustrasi lubang hitam, cacing dan putih
Bila seandainya kita sebuah partikel hipotesis yang masuk ke dalam lubang hitam, apa yang kita lihat?
1. Dari alam semesta, kita masuk ke dalam lubang hitam lewat cakrawala peristiwa (event horizon) dan tersedot menuju cakrawala lubang cacing.
2. Kita kemudian terbawa ke cakrawala lubang cacing (wormhole) atau cakrawala dalam (inner horizon) lubang hitam. Disini kita melihat masa lalu tak terhingga dari alam semesta kita yang tercermin dari singularitas repulsif gravitasi.
3. Kita masuk ke dalam lubang cacing dan tiba pada cakrawala dalam lubang putih. Disini kita melihat masa depan tak terhingga dari alam semesta kita.
4. Kita masuk ke lubang putih dan terlontar menuju cakrawala peristiwa lubang putih. Di cakrawala ini kita akan melihat masa lalu tak terhingga dari alam semesta yang baru.
Skenario diatas hanya berlaku untuk lubang hitam Reissner-Nordstrom dan lubang hitam Schwartzchild. Lubang hitam jenis Reissner-Nordstrom adalah lubang hitam yang memiliki massa dan muatan listrik, tapi tidak memiliki spin (putaran). Sementara itu lubang hitam Schwartzchild memiliki massa saja, tanpa muatan listrik maupun spin. Sayangnya, lubang hitam yang ada di alam semesta kita, tampak memiliki spin atau lubang hitam Kerr.  Lebih parah lagi lubang hitam nyata tidak memiliki muatan listrik. Para ilmuan mengatakan alam semesta kita tampaknya netral secara listrik, dan lubang hitam yang bermuatan akan segera menjadi netral.
Karenanya, jangankan lubang putih, lubang cacing saja hanyalah mitos ilmiah. Mitos ilmiah artinya ia dibangun dari seperangkat hitungan matematis yang konsisten namun ternyata tidak terbukti ada.
Tapi Michio Kaku berpendapat lain. Hal di atas hanya memperhitungkan teori relativitas umumnya Einstein. Kita baru tahu kalau teori relativitas umum Einstein itu sangat mendekati kenyataan, tapi kita belum tahu apakah teori string lebih mendekati kenyataan daripada relativitas umum. Kita belum dapat menguji teori string hingga sekarang, tapi bila benar, kemungkinan skenario di atas berlaku bagi lubang hitam biasa. Teori string memprediksikan juga kalau alam semesta ini seperti gelembung sabun yang mengembang dan mati. Miliaran tahun ke depan bintang akan mati; langit malam akan gelap dan samudera akan mendingin. Tapi kita bisa lari. Gelembung sabun kita eksis bersama gelembung sabun lainnya. Setiap kali lubang hitam lahir, ia menciptakan alam semesta bayi. Materi yang tersedot ke dalamnya akan di muntahkan di sisi lain, menciptakan sebuah lubang putih di alam semesta kembaran kita. Lubang putih ini akan mengembang sangat cepat, seperti Big Bang.
Marcelo Samuel Berman bahkan lebih ekstrim lagi. Ia mengatakan kalau alam semesta kita sendiri adalah lubang putih. Kita hidup di dalam lubang putih dan pengembangan alam semesta adalah buktinya.
Stephen Hawking menambah keruh suasana. Ia sebelumnya bilang kalau lubang hitam dan lubang putih tak terbedakan, dan sekarang mengajukan kalau lubang hitam dan lubang putih sebenarnya sama. Karenanya pernyataan alam semesta berada di dalam lubang putih, sama saja dengan mengatakan kalau alam semesta kita berada di dalam lubang hitam.

Terbentuknya Jembatan Einstein Rosen
Well, di alam semesta kita sendiri ada lubang hitam toh? Dan di dalam lubang hitam ada lubang cacing, istilah ilmiahnya Jembatan Einstein-Rosen, dan di luar lubang cacing ini ada lubang putih. Saat sebuah lubang hitam terbentuk, maka di alam semesta lain terbentuklah lubang putih. Nah karena kita berada di dalam lubang hitam yang lebih besar, otomatis
1. Ada alam semesta yang lebih besar lagi dimana alam semesta kita merupakan sebuah lubang hitam di alam semesta tersebut
2. Ada alam semesta kembaran kita yang terbentuk bersamaan dengan alam semesta kita
Gagasan ini disimpulkan oleh Nikodem Poplawski dan cukup membuat semakin anehnya dunia ini. Beda lagi dengan Valeri Pavlovich Frolov dan  Igor Dmitrievich Novikov. Bagi mereka lubang putih tidak pernah dapat stabil. Dalam waktu cepat setelah ia terbentuk, lubang putih akan menjadi lubang hitam. Ia runtuh.

Diagram Ruang Waktu Penrose
Kalau kita ingin kompromi, bisa saja kan alam semesta kita sedang berada dalam fase menjelang runtuh? Masalahnya, alam semesta kita mengembang dipercepat, bukan diperlambat. Ini memang belum menutup kemungkinan sih. Soalnya bisa jadi kita mengembang semakin cepat dan tiba-tiba terhenti dan mengerut menjadi lubang hitam.
Gagasan lainnya lebih aneh lagi. Kita memang berada di alam semesta yang mengerut. Hanya saja fisika kita yang terbalik. Lawrence Krauss mengatakan kalau alam semesta yang mengerut dan mengembang pada dasarnya tidak terbedakan. Ia hanya dapat dibedakan bila kita membandingkan alam semesta kita dengan pasangan alam semesta kita. Dalam isolasi ini, kita mungkin hidup di dunia yang waktunya berjalan mundur, tapi kita merasa waktu berjalan maju.
Semuanya terdengar mengagumkan dan membuat kita terpana. Bagaimana mungkin para manusia kecil ini bisa mempelajari alam semesta seolah ia adalah gundu mainan anak-anak. Begitu hebatkah mereka? Mereka memang hebat, tapi mereka hebat karena sains. Sains membuat kita lebih besar dari alam semesta dan membuat kita terpesona dengan keindahannya. Belum pernah dalam sejarah manusia kita berhadapan dengan kenyataan betapa rumitnya alam ini. Alam semesta lebih aneh daripada fiksi.
Referensi
1.  Ted Bunn. 1995.     Black Holes FAQ
2. S. W. Hawking. 1976. Black holes and thermodynamics. Phys. Rev. D 13, 191–197 (1976)
3. Andrew Hamilton. 2009. Penrose diagrams
4. Andrew Hamilton. 2006. Collapse to a Black Hole
5. John Crace. 2005. Michio Kaku: Mr Parallel Universe
6. Marcelo Samuel Berman. 2007. IS THE UNIVERSE A WHITE-HOLE?
Astrophysics and Space Science. Volume 311, Number 4, 359-361

7. Igor R. Klebanov. 2006. TASI Lectures: Introduction to the AdS/CFT Correspondence. Lectures at TASI ’99, Boulder, June 1999
8. Nikodem J. Poplawski. Radial motion into an Einstein-Rosen bridge. Physics Letters B, 2010; 687 (2-3): 110
9. Valeri Pavlovich Frolov, Igor Dmitrievich Novikov. 1998. Black hole physics: basic concepts and new developments. Springer Science & Business
10. Wikipedia. 2010. White hole